Pasar perumahan di Amerika Serikat mengalami fenomena yang menarik pada bulan April, di mana jumlah penjual mencapai hampir setengah juta lebih banyak daripada pembeli. Ini adalah kesenjangan terbesar yang pernah tercatat dalam data yang disesuaikan secara musiman sejak 2013, menurut analisis yang dilakukan oleh perusahaan broker real estat, Redfin.
Setelah bertahun-tahun mengalami frustrasi akibat harga rumah yang terus melonjak dan persaingan yang ketat, kini para pembeli mulai mendapatkan keuntungan di banyak daerah. Banyak penjual yang terpaksa menurunkan harga atau menawarkan insentif, seperti membayar biaya penutupan untuk pembeli.
Salah satu alasan utama mengapa pasar perumahan terjebak pada kecepatan penjualan terendah dalam tiga dekade terakhir adalah kurangnya rumah yang tersedia untuk dijual. Para pembeli seringkali merasa frustrasi karena minimnya pilihan, dan rumah-rumah yang diinginkan sering kali memicu perang penawaran.
Sekarang, pasokan rumah mulai meningkat karena beberapa penjual mengalami perubahan hidup yang mengharuskan mereka untuk pindah, seperti pindah kerja atau kelahiran anak. Selain itu, ada juga penjual yang menjual properti investasi karena biaya yang meningkat, serta kekhawatiran bahwa harga rumah akan turun dan ingin menjual sebelum itu terjadi, menurut para agen real estat.
Namun, penambahan daftar rumah baru belum cukup untuk menggerakkan pasar perumahan keluar dari tidur panjangnya. Penjualan rumah yang sudah ada pada bulan April jatuh untuk bulan kedua berturut-turut, mencatatkan kecepatan penjualan terendah untuk bulan April sejak tahun 2009.
Banyak pembeli masih merasa tidak mampu membeli. Harga rumah telah meningkat lebih dari 50% dalam lima tahun terakhir, dan suku bunga hipotek tetap di atas 6,5%. Para pembeli juga merasakan ketidakpastian ekonomi, yang cenderung menghalangi pembelian besar seperti rumah baru.
pasar perumahan penjual pembeli harga rumah Redfin