Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Anthropic Menang dalam Kasus Hak Cipta AI di Pengadilan

Perusahaan teknologi Anthropic baru saja mendapatkan kemenangan besar dalam pertempuran hukum yang berkaitan dengan model kecerdasan buatan (AI) dan hak cipta. Kemenangan ini dapat berdampak luas bagi banyak kasus hak cipta AI lainnya yang sedang diproses di pengadilan di Amerika Serikat.

Pengadilan telah memutuskan bahwa tindakan Anthropic untuk melatih alat AI-nya dengan menggunakan karya-karya yang dilindungi hak cipta adalah legal. Keputusan ini didasarkan pada doktrin "penggunaan wajar" (fair use), yang memungkinkan penggunaan materi berhak cipta tanpa izin dalam kondisi tertentu.

Kasus ini dimulai sebagai gugatan class action yang diajukan oleh para penulis buku yang menuduh Anthropic telah melanggar hak cipta mereka dengan menggunakan karya-karya tersebut tanpa izin. Gugatan ini diajukan pada bulan Agustus 2024 di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California.

Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi perusahaan kecerdasan buatan dalam kasus seperti ini. Namun, ada catatan penting: meskipun hakim William Alsup menyatakan bahwa pelatihan Anthropic adalah penggunaan wajar, ia juga memutuskan bahwa para penulis masih bisa membawa Anthropic ke pengadilan terkait penggunaan karya mereka secara ilegal.

Walaupun Anthropic akhirnya beralih ke pelatihan menggunakan salinan buku yang dibeli, perusahaan ini sebelumnya telah mengumpulkan dan menyimpan perpustakaan besar yang berisi materi bajakan. "Anthropic mengunduh lebih dari tujuh juta salinan buku bajakan, tidak membayar apa pun, dan menyimpan salinan bajakan ini di perpustakaannya, bahkan setelah memutuskan tidak akan menggunakannya untuk melatih AI-nya (baik sekarang maupun di masa depan)," tulis hakim Alsup.

Para penulis berpendapat bahwa Anthropic seharusnya membayar untuk salinan perpustakaan bajakan tersebut. Dalam keputusan ini, hakim setuju dengan argumen tersebut. "Kita akan mengadakan persidangan mengenai salinan bajakan yang digunakan untuk membuat perpustakaan utama Anthropic dan kerugian yang timbul," tutup keputusan tersebut.

library_books Wired