Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Antusiasme Penggemar Labubu di Pembukaan Toko Pop Mart

Ketika toko Pop Mart dibuka di mana saja di dunia, para penggemar Labubu akan rela antre berjam-jam. Victoria Antenor, seorang akuntan berusia 32 tahun dari Santa Clarita, California, mengatakan, "Kamu memberi tahu orang-orang, 'jumlahnya terbatas.' Dan saya berpikir, 'Oh Tuhan, saya membutuhkannya.'" Ini menunjukkan betapa besarnya antusiasme penggemar terhadap boneka ini.

Fenomena Labubu dimulai tahun lalu setelah @lalalalisa_m, penyanyi asal Thailand dari grup K-pop BLACKPINK, mengunggah foto dengan boneka Labubu. Sejak saat itu, popularitasnya semakin meningkat, terutama setelah Rhianna juga terlihat membawa boneka tersebut di tasnya.

Victoria Antenor bergabung dengan ratusan orang lainnya di luar sebuah pusat perbelanjaan di Los Angeles, tempat Pop Mart merencanakan penjualan Labubu secara langsung keesokan harinya. Antrean tidak teratur dan suasana menjadi gaduh sehingga polisi pun dipanggil. "Rasanya seperti kerumunan besar," kata Antenor.

Popularitas boneka Labubu telah membantu mendorong harga saham Pop Mart lebih dari enam kali lipat dalam perdagangan di Hong Kong selama setahun terakhir. Di China, tren Labubu menjadi salah satu hal positif di tengah pasar konsumen yang suram.

Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan betapa pengaruh budaya pop, terutama dari K-pop, dapat memengaruhi perilaku konsumen dan pasar. Dengan berlalunya waktu, penggemar Labubu terus berharap untuk mendapatkan boneka yang mereka idamkan.

library_books Wsjmag