Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Serangan Pemukim Terhadap Pasukan Militer Israel di Tepi Barat

Pada malam Jumat, sekelompok pemukim menyerang pasukan militer Israel di sebuah pos dekat Kafr Malik, yang terletak di timur laut Ramallah, Tepi Barat yang diduduki. Menurut laporan media Israel, puluhan pemukim melanggar perintah militer untuk meninggalkan zona militer tertutup.

Sebagai respons, militer Israel menangkap enam orang, yang memicu bentrokan antara pemukim dan pasukan keamanan. Sumber militer menyatakan kepada Haaretz bahwa para pemukim melemparkan batu, memukul, dan mencekik para tentara, serta merusak ban kendaraan militer mereka.

"Warga sipil Israel yang masuk ke zona militer tertutup, dekat Kafr Malik, menyerang pasukan dengan kekerasan yang parah," ujar militer dalam sebuah pernyataan.

Dalam insiden tersebut, pemukim melaporkan bahwa seorang anak laki-laki berusia 14 tahun terkena tembakan peluru hidup dan dibawa ke rumah sakit karena mengalami cedera di bahu. Namun, menurut militer, anak tersebut diduga terluka dalam bentrokan lain antara tentara dan pemukim di area tersebut.

Haaretz melaporkan bahwa para tentara yang membuka tembakan kepada individu yang mengenakan topeng mengira mereka adalah warga Palestina, sehingga mereka menembak.

Insiden ini memicu kritik keras dari para pemimpin pemukim di Knesset, yang merupakan parlemen Israel. Mereka mengungkapkan keberatan terhadap penggunaan peluru hidup terhadap warga Yahudi. Kejadian ini menunjukkan ketegangan yang terus berlangsung di wilayah tersebut, di mana bentrokan antara pemukim dan militer Israel sering terjadi.

library_books Middleeasteye