Sebuah studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan tentang ketidaksetaraan kekayaan di dunia. Delapan orang ternyata memiliki kekayaan sebanyak 3,6 miliar orang lainnya. Hal ini membuat kita bertanya-tanya, apakah ini benar-benar wajar?
Studi yang diterbitkan di PNAS Nexus ini melibatkan 4.351 orang dari 20 negara untuk menyelidiki pandangan moral manusia terhadap kekayaan yang ekstrem. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak orang telah menganggap ketidaksetaraan ini sebagai hal yang biasa, padahal beberapa dekade lalu, hal ini mungkin tidak terpikirkan.
Peneliti Jackson Trager dan Mohammad Atari menanyakan kepada peserta studi tersebut, "Apakah salah secara moral memiliki terlalu banyak uang?" Meskipun kita hidup di dunia di mana delapan orang menguasai kekayaan setara dengan setengah populasi dunia, rata-rata jawaban global berada di antara "tidak salah sama sekali" hingga "cukup salah."
Di negara-negara kaya seperti Rusia, Swiss, dan Irlandia, orang-orang menunjukkan penolakan moral yang kuat terhadap kekayaan yang berlebihan. Sebaliknya, di negara-negara seperti Peru, Argentina, dan Meksiko, yang memiliki tingkat ketidaksetaraan lebih tinggi, masyarakat lebih menerima konsentrasi kekayaan ekstrem.
Analisis terbaru dari Oxfam menunjukkan bahwa 1% orang terkaya di dunia telah mendapatkan kekayaan sebesar 33,9 triliun dolar sejak tahun 2015. Jumlah ini cukup untuk menghilangkan kemiskinan global sebanyak 22 kali dengan menggunakan ambang batas kemiskinan tertinggi yang ditetapkan Bank Dunia, yaitu 8,30 dolar per hari.
Para peneliti berpendapat bahwa orang-orang di negara-negara kaya lebih menyaksikan bagaimana kekayaan ekstrem dapat merusak politik dan mengubah masyarakat, sehingga mereka menjadi lebih peka terhadap bahaya ini. Di sisi lain, mereka yang hidup dalam ketidaksetaraan yang parah mungkin memandang konsentrasi kekayaan sebagai hal yang normal atau bahkan bisa dicita-citakan.
Studi ini muncul di saat ketidaksetaraan kekayaan mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Apa yang dulunya tampak sebagai masalah moral yang jelas—sejumlah kecil orang menguasai sumber daya sementara miliaran lainnya berjuang—sekarang telah menjadi hal yang dianggap biasa di banyak bagian dunia.
kekayaan ketidaksetaraan studi moralitas Oxfam