Jakarta, 26 Juni 2025 - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa keberadaan truk yang kelebihan dimensi dan muatan alias ODOL (over dimension over load) merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah setiap tahunnya. Kerugian ini terutama disebabkan oleh biaya perbaikan jalan yang rusak akibat truk-truk tersebut.
Menurut Dudy, sepanjang tahun 2024, sekitar 6.000 orang meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan truk ODOL. "Truk yang kelebihan muatan sering kali mengalami kegagalan dalam pengereman, yang dapat menyebabkan kecelakaan fatal," ujarnya dalam sebuah media briefing di Jakarta.
Lebih lanjut, Dudy menjelaskan bahwa beban muatan yang berlebih tidak hanya membahayakan keselamatan di jalan, tetapi juga merusak struktur jalan. "Kerusakan yang ditimbulkan bisa sangat besar. Dari data yang ada, untuk pemeliharaan infrastruktur akibat kerusakan jalan, negara harus mengeluarkan sekitar Rp43,4 triliun setiap tahun. Jumlah yang sangat besar ini seharusnya bisa dialokasikan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat," tambahnya.
Kerugian yang ditimbulkan oleh truk ODOL ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Dudy berharap agar semua pihak dapat lebih memperhatikan keselamatan di jalan raya dan mematuhi aturan mengenai dimensi dan muatan kendaraan. Dengan cara ini, diharapkan angka kecelakaan dapat berkurang dan kerusakan jalan bisa diminimalisir.
Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga agar jalan raya tetap aman bagi semua pengguna.
Menteri Perhubungan truk ODOL kerugian negara kecelakaan jalan rusak