Mantan Wakil Presiden Komisi Eropa, Josep Borrell, mengutuk pembunuhan "550 warga Palestina yang kelaparan" oleh "tentara bayaran AS" di titik bantuan yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza-Israel (GHF). Dalam pernyataannya di X pada hari Kamis, Borrell yang juga merupakan menteri luar negeri Spanyol, mengecam Uni Eropa yang dinilai "tidak mau mengambil tindakan terhadap kejahatan ini".
Borrell, yang menjabat sebagai kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa dari 2019 hingga 2024, sebelumnya juga menarik perhatian dunia dengan pernyataannya bahwa Israel sedang melakukan genosida di Gaza. Ia menggambarkan tindakan pemerintah Israel sebagai "operasi pembersihan etnis terbesar sejak akhir Perang Dunia Kedua".
Komentar terbaru Borrell muncul di tengah meningkatnya kemarahan internasional terhadap lokasi distribusi bantuan GHF yang kontroversial. Beberapa pejabat dari PBB dan organisasi Save the Children menyebut lokasi tersebut sebagai "jebakan maut". Data PBB menyebutkan bahwa lebih dari 600 warga Palestina telah dibunuh saat menunggu di lokasi GHF sejak bulan Mei.
Pada hari Rabu, laporan dari AP mengungkap bahwa kontraktor Amerika menggunakan amunisi hidup terhadap warga Palestina di lokasi GHF. Ini menyusul laporan media Israel yang menyatakan bahwa tentara Israel mengakui sengaja menembak dan membunuh pencari bantuan.
Minggu lalu, 15 organisasi hak asasi manusia dan hukum internasional meminta agar operasi GHF dihentikan karena kemungkinan terlibat dalam kejahatan perang.
Pada hari Kamis, kantor media pemerintah Gaza merilis pernyataan dari kementerian dalam negeri yang "memperingatkan agar tidak berhubungan atau bekerja sama" dengan GHF. Kementerian tersebut menggambarkan pusat distribusi sebagai "jebakan maut massal" dan "pusat penghinaan", serta meminta warga untuk tidak bekerja sama dengan yayasan tersebut.
Josep Borrell Gaza pembunuhan bantuan kemanusiaan GHF