Perusahaan makanan terbesar di Amerika Serikat, Del Monte Foods (DMF), telah mengajukan perlindungan kebangkrutan sukarela melalui mekanisme Chapter 11. Langkah ini diambil sebagai bagian dari proses restrukturisasi yang telah disepakati dengan para kreditur utama perusahaan.
Menurut laporan dari Bloomberg pada Rabu, 2 Juli 2025, DMF mengajukan dokumen kebangkrutan di Delaware. Dalam dokumen tersebut, terungkap bahwa perusahaan ini memiliki aset dan kewajiban finansial yang berada di kisaran USD 1 miliar (sekitar Rp 16,3 triliun) hingga USD 10 miliar (sekitar Rp 164,4 triliun). Hal ini menunjukkan besarnya beban utang yang harus diatasi oleh Del Monte Foods.
DMF juga memiliki kewajiban untuk membayar kepada antara 10.000 hingga 25.000 kreditur. Ini merupakan tantangan besar bagi perusahaan yang bergerak dalam industri makanan ini.
Di tengah proses kebangkrutan ini, Del Monte Foods telah berhasil memperoleh pembiayaan 'debtor-in-possession' sebesar USD 912,5 juta. Dari jumlah tersebut, terdapat dana segar sebesar USD 165 juta yang akan membantu perusahaan menjalankan operasionalnya selama proses restrukturisasi.
Kebangkrutan sukarela ini merupakan langkah yang diambil oleh banyak perusahaan di berbagai sektor untuk mengurangi utang dan memperbaiki kondisi keuangan mereka. Dengan restrukturisasi yang tepat, DMF berharap dapat kembali bangkit dan melanjutkan bisnisnya di masa depan.
Proses ini akan diawasi oleh pengadilan untuk memastikan kepatuhan terhadap semua aturan dan regulasi yang berlaku. Semoga Del Monte Foods dapat menemukan jalan keluar dari kesulitan ini dan kembali menjadi perusahaan yang kuat di industri makanan.
Del Monte Foods kebangkrutan Chapter 11 utang restrukturisasi