Astronot NASA, @astro_ayers, baru-baru ini berhasil menangkap gambar langka dari sprite merah yang muncul sekitar 50 mil di atas badai petir di Meksiko dan bagian selatan Amerika Serikat. Fenomena ini merupakan jenis Transient Luminous Event yang terjadi di atmosfer atas di atas badai petir yang hebat.
Berbeda dengan petir biasa yang menyambar ke bawah, sprite justru memancar ke atas menuju mesosphere, mencapai ketinggian antara 30 hingga 60 mil di atas permukaan Bumi. Warna merah pada sprite ini dihasilkan dari interaksi antara molekul nitrogen di atmosfer atas dengan elektron berenergi tinggi. Discharge listrik ini hanya berlangsung selama beberapa milidetik dan muncul dalam bentuk yang menyerupai ubur-ubur dengan tentakel yang menjulur ke atas dan ke bawah.
Sprite merah sulit diamati dari permukaan tanah karena mereka terjadi di atas awan badai dan hanya berlangsung sangat singkat. Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) berada pada ketinggian 250 mil di atas Bumi, memberikan sudut pandang yang ideal bagi para astronot untuk menangkap fenomena ini bersamaan dengan sambaran petir yang menyebabkannya.
Para ilmuwan percaya bahwa sprite terbentuk ketika sambaran petir positif dari awan ke tanah meninggalkan muatan negatif di bagian atas awan badai. Jika muatan negatif ini cukup banyak, maka discharge listrik akan mengarah ke ionosfer di atas, menciptakan sprite tersebut.
Sprite pertama kali diamati oleh penumpang pesawat di tahun 1950-an, namun baru berhasil difoto pada tahun 1989. Penelitian menunjukkan bahwa sprite juga terjadi di atmosfer Jupiter, Saturnus, dan Venus.
Gambar yang diambil oleh @astro_ayers ini memberikan data berharga bagi para ilmuwan yang mempelajari pembentukan dan karakteristik fenomena listrik atmosfer ini serta hubungannya dengan badai petir di bawahnya.
Foto oleh: @astro_ayers
NASA sprite merah fenomena alam badai astronot