Jakarta, 25 Juni 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Rapat Dewan Komisioner Bulanan yang membahas kondisi terkini dari Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Indonesia. Dalam rapat tersebut, OJK menyatakan bahwa meskipun terjadi pelemahan dalam perekonomian global dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, stabilitas SJK di Indonesia tetap terjaga.
OJK melaporkan bahwa pertumbuhan kredit mengalami peningkatan sebesar 8,43% dibandingkan tahun lalu, mencapai total Rp7.998 triliun. Ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku usaha masih percaya pada sistem keuangan di Indonesia, meskipun ada berbagai tantangan dari luar negeri.
Selain itu, penghimpunan dana di pasar modal juga menunjukkan hasil yang positif. Hingga tanggal 30 Juni 2025, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp142,62 triliun. Angka ini mencerminkan minat yang tinggi dari investor untuk berinvestasi di Indonesia, yang merupakan hal yang baik untuk perekonomian negara.
OJK terus memantau dan berupaya menjaga stabilitas sektor keuangan agar tetap kuat dan dapat menghadapi berbagai tantangan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa perekonomian Indonesia tetap bisa tumbuh meskipun ada ketidakpastian global.
Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut, informasi lengkap dapat diakses melalui siaran pers yang tersedia di situs resmi OJK. Selain itu, OJK juga menyediakan rekaman konferensi pers hasil rapat ini di OJK TV di Youtube.
Dengan adanya langkah-langkah yang diambil oleh OJK, diharapkan sektor jasa keuangan di Indonesia dapat terus berkontribusi positif bagi perekonomian nasional dan memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam bertransaksi.
OJK sektor jasa keuangan stabilitas ekonomi global pasar modal