Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Colossal Biosciences Berencana Menghidupkan Kembali Burung Moa Raksasa

Perusahaan bioteknologi Colossal Biosciences telah membuat langkah besar dalam upaya menghidupkan kembali spesies yang telah punah. Setelah sebelumnya berusaha untuk menghidupkan kembali mammoth berbulu dan dodo, kini mereka menambahkan makhluk baru yang lebih besar: burung moa raksasa.

Burung moa ini dapat mencapai tinggi 3,6 meter dan berat sekitar 227 kilogram. Sayangnya, burung ini diburu hingga punah di Selandia Baru sekitar 600 tahun yang lalu. Kini, perusahaan yang memiliki nilai mencapai 10 miliar dolar ini berencana untuk mengembalikannya ke kehidupan.

Upaya penghidupan kembali ini akan dipandu oleh pusat riset Ngāi Tahu, yang merupakan kelompok masyarakat adat Selandia Baru. Selain itu, sutradara film Lord of the Rings, Sir Peter Jackson, yang dikenal sebagai pendukung konservasi, juga akan membantu dalam kolaborasi ini.

Rencana ini melibatkan penggunaan teknologi pengeditan gen CRISPR untuk menganalisis DNA kuno dari tulang dan cangkang telur moa yang terawetkan dengan baik. Tujuan akhir dari proyek ini adalah untuk menghidupkan kembali semua sembilan spesies moa yang telah punah. Burung moa dikenal sebagai "insinyur ekosistem", dan kembalinya mereka bisa membantu memulihkan keseimbangan alam di hutan dan padang rumput Selandia Baru.

Selain sekadar menghidupkan kembali spesies punah, proyek ini juga bertujuan untuk menciptakan model baru dalam konservasi yang dapat diterapkan pada spesies lain. Potensi pemasukan dari ekoturisme dan kredit karbon diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

Ini merupakan proyek de-extinction besar kelima yang dilakukan oleh Colossal, setelah mammoth berbulu, dodo, thylacine, dan serigala dire. Namun, proyek ini menghadapi tantangan ilmiah yang signifikan dan skeptisisme dari beberapa pihak. Kritikus berpendapat bahwa menciptakan proxy genetik tidak sama dengan menghidupkan kembali spesies secara nyata dan mengajukan pertanyaan etis tentang pengenalan kembali spesies yang telah lama hilang ke dalam ekosistem modern.

Meski begitu, inisiatif ini terus berjalan. Colossal memanfaatkan penelitian genomik burung dari proyek dodo mereka untuk memberikan moa keunggulan awal dalam proses penghidupan kembali ini.

library_books Tech