Beijing, 11 Juli 2025 - Pemerintah China menolak tuduhan yang dilontarkan oleh pemerintah Jerman bahwa sebuah kapal perang China telah menggunakan laser terhadap pesawat pengintai Jerman. Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, angkatan laut China sedang melakukan operasi perlindungan konvoi di Teluk Aden dan perairan di depan Somalia. Mao menegaskan bahwa mereka telah memenuhi tanggung jawab internasional dan menjaga komunikasi yang baik dengan Jerman serta pihak Eropa.
"Kedua belah pihak harus meningkatkan pertukaran dan menghindari kesalahpahaman serta penilaian yang salah," tambahnya.
Beberapa hari yang lalu, pemerintah Jerman memanggil duta besar China di Berlin untuk membahas insiden tersebut. Meskipun penolakan dari pihak Beijing, pemerintah Jerman tetap berpegang pada tuduhan bahwa kapal perang China telah menggunakan laser terhadap pesawat Jerman. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman menegaskan bahwa pemanggilan duta besar tersebut "tidak dilakukan dengan sembarangan", melainkan berdasarkan bukti yang ada dan penyelidikan yang mendalam.
Menteri Luar Negeri Jerman, Wadephul, meminta klarifikasi mengenai insiden ini. "Saya sangat terganggu dengan kejadian ini," kata politikus CDU tersebut kepada Redaktionsnetzwerk Deutschland. Ia menambahkan bahwa gangguan semacam ini tidak dapat diterima.
Sementara itu, Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) terlibat dalam operasi militer Uni Eropa di sekitar Laut Merah, yang bertujuan untuk melindungi kapal-kapal perdagangan dari serangan oleh milisi Huthi dari Yaman.
Insiden ini mencerminkan ketegangan yang meningkat antara China dan negara-negara Barat, terutama terkait masalah keamanan maritim. Pemerintah Jerman berharap agar situasi ini dapat diselesaikan dengan cara yang aman dan damai.
China Jerman laser Laut Merah militer