Selama setengah abad terakhir, pertumbuhan populasi Amerika terkonsentrasi di wilayah yang dikenal sebagai Sunbelt. Wilayah ini dikenal dengan cuacanya yang panas dan kadang-kadang kering serta basah. Meskipun tantangan iklim dan ketersediaan air, kota-kota di Sunbelt seperti Las Vegas dan Miami telah berhasil dalam pembangunan perumahan. Mereka telah memimpin negara dalam jumlah konstruksi perumahan, sehingga memproduksi banyak rumah yang terjangkau. Hal ini membuat kota-kota di pesisir California dan Timur Laut terlihat kalah dalam hal keterjangkauan.
Namun, kondisi ini mulai berubah. Berdasarkan penelitian terbaru oleh ekonom perkotaan terkemuka, Edward Glaeser dan Joe Gyourko, pertumbuhan pasokan perumahan di kota-kota Sunbelt seperti Phoenix, Dallas, dan Atlanta telah menurun drastis sejak awal tahun 2000-an. Sekarang, laju pertumbuhan perumahan di kota-kota ini hampir setara dengan kota-kota pesisir yang sangat mahal. Meskipun biaya perumahan di Sunbelt masih lebih rendah dibandingkan dengan kota-kota besar di pesisir, harga rumah di wilayah ini telah meroket.
Dalam penelitian mereka, Glaeser dan Gyourko memperingatkan bahwa "perbatasan pinggiran kota Amerika" tampaknya sedang menutup. Hal ini berarti bahwa kesulitan untuk menemukan perumahan yang terjangkau di Sunbelt mungkin akan semakin meningkat.
Krisis ini menandakan bahwa model pembangunan yang dulunya berhasil di Sunbelt mungkin tidak lagi dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat. Dengan meningkatnya biaya perumahan, banyak orang mulai khawatir tentang masa depan hunian di kawasan ini.
Kota-kota di Sunbelt perlu mencari solusi untuk mengatasi masalah ini agar dapat terus menyediakan perumahan yang terjangkau bagi penduduknya. Tanpa tindakan yang jelas, tantangan ini bisa mengubah wajah kawasan yang selama ini dikenal sebagai tempat tinggal yang ramah dan terjangkau bagi banyak orang.
Sunbelt perumahan pertumbuhan penduduk biaya