Brasil Siap Balas Tarif 50 Persen dari AS
Brasil mengancam untuk membalas rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang ingin mengenakan tarif sebesar 50 persen untuk barang-barang dari Brasil. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, kepada media lokal Record pada hari Jumat, 11 Juli 2025.
"Jika dia mengenakan tarif 50 persen kepada kami, kami juga akan mengenakan tarif 50 persen kepada AS," ujar Lula. Pernyataan ini menunjukkan ketegangan yang meningkat antara kedua negara, dan dapat memicu perang dagang yang sengit.
Trump juga menuduh Brasil melakukan 'perburuan penyihir' terhadap mantan presiden mereka, Jair Bolsonaro, yang sedang menghadapi persidangan terkait upayanya untuk membatalkan kekalahannya dalam pemilu 2022. Lula menanggapi tuduhan ini dengan menyatakan, "Klaim Trump bahwa hubungan ekonomi Brasil dengan AS jauh dari timbal balik juga tidak akurat. Kenaikan tarif dari AS akan kami tanggapi dengan langkah serupa."
Ketegangan ini menunjukkan bahwa hubungan perdagangan antara Brasil dan AS bisa semakin rumit. Tarif adalah pajak yang dikenakan pada barang yang diimpor dari negara lain, dan dapat mempengaruhi harga barang di pasar. Jika Brasil dan AS saling mengenakan tarif yang tinggi, konsumen di kedua negara bisa mengalami kenaikan harga.
Perang dagang dapat berdampak besar pada ekonomi global, termasuk mempengaruhi pekerjaan, harga barang, dan hubungan internasional. Oleh karena itu, langkah-langkah yang diambil kedua negara akan diperhatikan oleh banyak pihak di seluruh dunia.
Brasil Donald Trump tarif perang dagang Luiz Inácio Lula da Silva