Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

44% Orang Amerika Gunakan Anggaran Berdasarkan Perasaan

Amerika Serikat sedang menghadapi ketidakpastian ekonomi yang cukup besar. Hal ini berdampak pada cara orang-orang di negara ini mengatur anggaran mereka. Menurut data terbaru dari Intuit Credit Karma, sekitar 44% orang Amerika mengaku menggunakan metode yang disebut sebagai vibe-based budgeting atau anggaran berdasarkan perasaan.

Metode ini menunjukkan bahwa orang-orang lebih cenderung membuat keputusan keuangan berdasarkan bagaimana perasaan mereka, bukan hanya berdasarkan angka dan perhitungan. Fenomena ini lebih terlihat di kalangan generasi muda, di mana lebih dari setengah orang dewasa muda mengakui bahwa mereka mengatur anggaran dengan cara ini. Hal ini menunjukkan keterkaitan langsung dengan berita terbaru tentang kondisi ekonomi, baik di media cetak maupun di media sosial.

Perubahan perilaku ini membuat kita bertanya-tanya, mengapa orang-orang lebih memilih untuk mengikuti perasaan ketimbang angka yang jelas? Salah satu alasan mungkin adalah tekanan yang dirasakan akibat berita negatif mengenai pengangguran, inflasi, dan biaya hidup yang semakin meningkat. Ketidakpastian ini membuat banyak orang merasa bahwa mereka perlu lebih fleksibel dalam pengeluaran mereka.

Meski metode penganggaran berdasarkan perasaan ini mungkin terlihat kurang konvensional, banyak yang merasa cara ini membantu mereka untuk lebih terhubung dengan situasi keuangan mereka. Namun, penting untuk diingat bahwa perasaan bisa berubah-ubah, dan sebaiknya tetap ada keseimbangan antara intuisi dan perencanaan keuangan yang matang.

Dengan adanya data ini, diharapkan orang-orang dapat lebih memahami bagaimana kondisi ekonomi saat ini mempengaruhi pola pengeluaran dan anggaran mereka. Bagi generasi muda, ini adalah sebuah sinyal untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan, meskipun menggunakan pendekatan yang lebih emosional dalam penganggaran.

library_books Fastcompany