PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten Probolinggo mulai membahas Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025 bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada hari Jumat, 11 Juli 2025. Rapat ini menjadi bukti komitmen Bupati Gus Haris dalam menjaga tata kelola anggaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Rapat paripurna berlangsung di Gedung DPRD dan dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD M Zubaidi, dihadiri oleh anggota dewan serta Forkopimda. Dalam kesempatan ini, Bupati Gus Haris hadir bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam nota penjelasannya, Gus Haris menyampaikan bahwa perubahan APBD ini dilaksanakan setelah evaluasi realisasi anggaran pada semester pertama tahun 2025. Pada 30 Juni 2025, pendapatan daerah tercatat sebesar Rp 1,28 triliun, yang merupakan 53,4 persen dari target Rp 2,4 triliun. Sementara itu, realisasi belanja baru mencapai Rp 1,1 triliun, atau 43,5 persen dari pagu Rp 2,52 triliun.
"APBD adalah instrumen kebijakan yang tidak boleh kaku. Harus hidup dan menyesuaikan dengan kebutuhan rakyat serta kondisi riil di lapangan," tegas Gus Haris di hadapan anggota dewan.
Setelah evaluasi, Pemkab Probolinggo menyusun skema baru yang lebih realistis. Target pendapatan diturunkan menjadi Rp 2,43 triliun, berkurang 1,19 persen. Namun, belanja justru meningkat menjadi Rp 2,6 triliun. Peningkatan ini dianggap sebagai bentuk keberpihakan terhadap layanan publik dan percepatan pembangunan.
Salah satu aspek yang menarik perhatian adalah pembiayaan daerah yang meningkat dari Rp 125 miliar menjadi Rp 173,3 miliar. Tambahan sebesar Rp 48,3 miliar ini bersumber dari Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) tahun sebelumnya, yang akan digunakan untuk mendukung proyek-proyek strategis.
Perubahan ini tidak hanya sekadar angka, tetapi juga merupakan strategi fiskal responsif agar pembangunan tetap berjalan meskipun ada perubahan pendapatan. Fokus utama dari anggaran ini adalah pada infrastruktur dasar, pendidikan, dan kesehatan.
Setelah pembahasan ini, proses akan dilanjutkan dengan Pemandangan Umum (PU) Fraksi, Jawaban Eksekutif, pembahasan Banggar-TAPD, hingga Pendapat Akhir Fraksi.
Bupati Probolinggo, Gus Haris, berharap proses ini dapat menghasilkan anggaran yang sehat secara fiskal dan progresif secara sosial.
Probolinggo APBD 2025 Gus Haris anggaran DPRD