Sebanyak 30 anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) melakukan aksi simbolis dengan melemparkan senjata mereka ke dalam api pada hari Jumat. Acara ini berlangsung di kota Dukan, Irak, dihadiri oleh banyak jurnalis, politikus, dan pengamat dari berbagai negara.
Grup ini terdiri dari 15 pria dan 15 wanita yang menyebut diri mereka sebagai Grup untuk Perdamaian dan Masyarakat Demokratis. Mereka hadir untuk menanggapi seruan pemimpin rakyat Kurdi, Abdullah Ocalan, yang disampaikannya pada 19 Juni 2025.
"Kami sekarang di sini untuk merespons panggilan pemimpin rakyat Kurdi, Abdullah Ocalan, dan juga berdasarkan keputusan Kongres ke-12 PKK yang diadakan pada 5-7 Mei 2025," ujar Bese Hozat, seorang tokoh senior PKK, saat membacakan pernyataan dalam bahasa Turki.
Dia menjelaskan bahwa keputusan untuk menyerahkan senjata ini adalah bagian dari langkah baik dan penentuan untuk mencapai perdamaian. "Kami secara sukarela menghancurkan senjata kami, di hadapan kalian, sebagai langkah goodwill dan keteguhan. Kami berharap ini akan membawa perdamaian dan kebebasan bagi rakyat kami, serta membawa hasil yang baik bagi rakyat Turki dan Timur Tengah," tambahnya.
Dalam acara tersebut, juga hadir perwakilan dari pemerintah Irak, Partai Kesetaraan dan Demokrasi (DEM) yang pro-Kurdi dari Turki, serta pemerintah Kurdistan. Acara ini menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai perdamaian di wilayah yang telah lama mengalami konflik.
PKK senjata perdamaian Kurdistan Dukan