Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kodak Bertransformasi Menjadi Perusahaan B2B

Kodak, merek yang pernah sangat terkenal, masih bertahan di tengah persaingan bisnis yang ketat. Meskipun banyak orang menganggap Kodak sudah ketinggalan zaman seperti Pan Am atau Blockbuster, kenyataannya Kodak masih aktif dan berkembang.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kodak tidak hanya mengandalkan lisensi merek, tetapi juga terlibat dalam berbagai produk gaya hidup di luar negeri. Mereka bahkan berhasil meraih sekitar $4 juta pada kuartal pertama tahun ini dari penjualan produk-produk tersebut. Meskipun penjualan film dan pencetakan berkualitas tinggi masih menjadi bisnis utama mereka, Kodak telah melakukan pivot untuk menjelajahi area baru yang memanfaatkan kemampuan inti mereka.

CEO Kodak, Jim Continenza, menjelaskan bahwa Kodak kini bertransformasi menjadi perusahaan B2B (business-to-business) yang fokus pada bahan kimia, penanganan material, dan manufaktur. Pada bulan Mei, Kodak mengumumkan rencana untuk membangun pabrik baru senilai $20 juta di Rochester, New York, yang akan memproduksi bahan kimia untuk industri farmasi.

"Perubahan ini cukup sulit untuk diterima oleh orang-orang," kata Continenza. "Anda tidak bisa ikut balapan mobil, semua hal hebat itu tidak akan terjadi. Anda harus fokus pada bisnis Anda secara jelas. Kami harus berkonsentrasi pada pelanggan kami, kemampuan kami, dan kemudian profitabilitas kami, yang sebelumnya sangat tidak seimbang."

Dengan langkah-langkah ini, Kodak berusaha untuk tetap relevan di industri yang terus berubah dan bersaing dengan perusahaan-perusahaan baru. Seiring berjalannya waktu, kita akan melihat bagaimana Kodak dapat beradaptasi dan berkembang dengan perubahan tersebut.

library_books Forbes