Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Massive Attack Bentuk Aliansi Musik Melawan Intimidasi

Band asal Inggris, Massive Attack, baru-baru ini mengumumkan pembentukan sebuah aliansi yang terdiri dari berbagai musisi untuk melawan "intimidasi" yang dialami oleh para seniman pro-Palestina di industri musik. Keputusan ini muncul setelah penayangan sebuah film dokumenter yang dirilis oleh kelompok kampanye Led By Donkeys, yang membahas tentang tindakan sebuah kelompok pro-Israel yang berusaha membungkam aktivisme terkait situasi di Palestina.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Massive Attack menyebutkan bahwa UK Lawyers for Israel Ltd (UKLFI) telah berusaha untuk menekan suara-suara yang mendukung Palestina. Mereka juga menyoroti bahwa sayap amal dari UKLFI telah mengeluarkan pernyataan publik yang menolak hukum internasional.

"Pemandangan di Gaza sudah melampaui deskripsi. Kami menulis sebagai seniman yang memilih untuk menggunakan platform publik kami untuk bersuara melawan genosida yang terjadi di sana dan peran Pemerintah Inggris dalam memfasilitasinya," tulis Massive Attack dalam pernyataannya.

Band ini menegaskan bahwa akibat dari ungkapan pendapat mereka, mereka telah mengalami berbagai bentuk intimidasi, baik dalam industri musik secara langsung maupun melalui jalur hukum yang diorganisir oleh UKLFI. "Berbagai aktivitas UKLFI kini telah terungkap dalam film dokumenter baru yang diproyeksikan malam kemarin oleh kolektif Led By Donkeys," tambah pernyataan tersebut.

Massive Attack juga menekankan pentingnya industri musik untuk melindungi seniman-seniman baru dari intimidasi yang terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, terdapat sejumlah kontroversi yang melibatkan seniman pro-Palestina di Inggris.

Misalnya, pada bulan Juni, duo Bob Vylan menghadapi tuntutan untuk dituntut dan dicabut kontraknya oleh agen mereka setelah memimpin teriakan "kematian untuk IDF" di festival musik Glastonbury. Di sisi lain, rapper Kneecap, Liam Og O hAnnaidh, yang dikenal dengan nama panggung Mo Chara, telah dikenakan tuduhan di bawah Undang-Undang Terorisme karena diduga mengibarkan bendera Hezbollah selama penampilannya di London pada bulan November tahun lalu.

library_books Middleeasteye