Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Delapan Bayi Sehat Lahir di Inggris dengan Teknik DNA Tiga Orang

Delapan bayi sehat lahir di Inggris menggunakan teknik eksperimen yang menggabungkan DNA dari tiga orang. Ini merupakan terobosan besar dalam upaya mencegah penyakit yang diwariskan secara parah.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine, dilaporkan bahwa empat bayi laki-laki dan empat bayi perempuan berhasil lahir melalui terapi penggantian mitokondria, yang juga dikenal sebagai "transfer pronuklear". Semua anak tersebut sehat, memenuhi tonggak perkembangan mereka, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit DNA mitokondria.

Teknik ini dikembangkan oleh para peneliti di Universitas Newcastle dan Universitas Monash di Australia untuk membantu para ibu yang membawa mutasi penyebab penyakit dalam DNA mitokondria mereka. Penyakit mitokondria dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk kelumpuhan, gagal jantung, kerusakan otak, kebutaan, dan bahkan kematian, seringkali dalam hitungan hari atau jam setelah lahir.

Selama prosedur ini, DNA nuklir dari sel telur yang telah dibuahi oleh ibu dipindahkan ke sel telur donor yang memiliki mitokondria sehat, tetapi telah menghilangkan inti aslinya. Sel telur tersebut kemudian dibuahi dengan sperma ayah, menciptakan embrio yang memiliki materi genetik dari tiga orang: ibu dan ayah (yang menyumbangkan 99,9% dari DNA) dan seorang donor anonim yang menyediakan mitokondria sehat (menyumbang kurang dari 0,1% dari DNA anak).

Meskipun hasilnya menjanjikan, anak-anak ini akan terus dipantau selama beberapa tahun untuk memastikan keselamatan dan efektivitas jangka panjang. Teknik ini masih menjadi kontroversi di beberapa kalangan karena kekhawatiran tentang manipulasi genetik. Namun, para peneliti menekankan bahwa teknik ini berbeda dari teknologi pengeditan gen seperti CRISPR dan hanya berfokus pada pencegahan penyakit serius.

library_books Science