Rekan-rekan kita semua pasti merasakan dampak dari pandemi COVID-19 yang telah mengubah cara hidup kita. Salah satu orang yang merasakan dampak ini adalah Ari Aster, sutradara terkenal di balik film-film seperti 'Hereditary' dan 'Midsommar'. Saat musim panas 2020, saat banyak orang terkurung di rumah dan menghabiskan waktu dengan scrolling media sosial, Aster memutuskan untuk melakukan penelitian untuk film terbarunya.
Film yang berjudul 'Eddington' ini adalah sebuah western modern yang berlatar di sebuah kota kecil di barat daya Amerika. Cerita ini berlangsung di tengah pandemi dan gerakan Black Lives Matter. Film ini tayang di bioskop pada 18 Juli dan menawarkan pandangan mendalam tentang bagaimana media sosial dan internet telah memecah belah masyarakat modern. Ketika dunia yang terpisah ini bertabrakan, situasi pun menjadi sangat kekerasan.
Aster menggambarkan visi gelap tentang masyarakat modern dengan cara yang unik. Ia secara rutin mengarahkan kameranya ke feed Facebook dan Twitter dari para tokoh utama. Ini memberikan penonton gambaran tentang teori konspirasi dan meme yang mempengaruhi setiap keputusan mereka. Untuk menciptakan gambaran yang realistis tentang media sosial, Aster langsung mengambil inspirasi dari sumbernya.
Dengan 'Eddington', Aster tidak hanya ingin menghibur penonton, tetapi juga mengajak kita untuk merenungkan dampak dari media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Film ini menjadi cermin bagi kita semua, menunjukkan bagaimana informasi yang kita terima dapat membentuk pandangan dan tindakan kita.
Film ini mengajak kita untuk berpikir lebih dalam mengenai hubungan kita dengan teknologi dan bagaimana kita berinteraksi satu sama lain di dunia yang semakin terhubung ini. Bagi para penggemar film dan masyarakat umum, 'Eddington' adalah film yang tidak boleh dilewatkan.
Ari Aster Eddington film terbaru media sosial pandemi