Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Typhoon Wipha Sebabkan Kerugian Hingga HK$2 Miliar di Hong Kong

HONG KONG – Pada hari Minggu, Typhoon Wipha menyebabkan kerugian finansial yang diperkirakan mencapai HK$2 miliar (sekitar US$255 juta) di Hong Kong. Ini terjadi ketika pemerintah kota mengeluarkan sinyal peringatan maksimum terkait cuaca buruk tersebut. Para ekonom mengatakan bahwa dampak dari badai ini sangat terasa, terutama oleh bisnis-bisnis yang terpaksa tutup sementara.

Menurut Profesor Terence Chong Tai-leung, Direktur Eksekutif Institut Ekonomi dan Keuangan Global Lau Chor Tak di Universitas Cina Hong Kong (CUHK), sektor yang paling parah terkena dampak adalah sektor makanan, ritel, dan transportasi. "Banyak restoran dan toko harus tutup, dan transportasi umum juga terganggu, yang menyebabkan banyak orang tidak dapat beraktivitas seperti biasa," ujarnya pada hari Senin.

Badai ini tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari warga, tetapi juga memberikan tekanan besar pada ekonomi lokal. Dengan banyak bisnis yang mengalami kerugian, pemulihan diperkirakan akan memakan waktu. Para pemilik bisnis kini harus menghitung kerugian dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya untuk membangun kembali usaha mereka.

Selain itu, cuaca ekstrem seperti ini merupakan pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Banyak warga yang kini mulai lebih memperhatikan informasi cuaca dan memperhatikan peringatan dari pemerintah.

Typhoon Wipha adalah salah satu dari sekian banyak badai yang melanda kawasan ini, namun dampaknya kali ini sangat signifikan. Warga Hong Kong diharapkan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang.

library_books Scmpnews