Pada malam sebelum hari nasional Belgia, Raja Philippe mengungkapkan keprihatinannya mengenai situasi di Gaza. Dalam pidatonya yang disampaikan di istananya di Brussel, ia menyebutkan bahwa kekerasan dan penyiksaan yang terjadi di sana merupakan "malu bagi kemanusiaan".
Raja Philippe mengatakan, "Saya menggabungkan suara saya dengan semua orang yang mengecam pelanggaran kemanusiaan yang serius di Gaza, di mana orang-orang yang tidak bersalah mati karena kelaparan dan terbunuh oleh bom sambil terjebak di tempat persembunyian mereka."
Ia menambahkan, "Situasi saat ini telah berlangsung terlalu lama. Ini adalah suatu aib bagi seluruh umat manusia. Kami mendukung seruan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengakhiri krisis yang tidak tertahankan ini."
Ini adalah pertama kalinya raja berbicara dengan tegas mengenai konflik ini di hadapan publik. Sebelumnya, pemerintah federal Belgia lebih berhati-hati dalam mengkritik situasi di Gaza.
Di Belgia, peran raja terbatas pada memberikan nasihat, dukungan, dan peringatan kepada pemerintah, tanpa mengambil keputusan politik. Pidato Raja Philippe ini menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap isu kemanusiaan yang sedang terjadi di Gaza, serta mendorong tindakan untuk menghentikan krisis yang berlangsung.
Raja Belgia Gaza kemanusiaan pidato kritik