Turki dan Inggris akan menandatangani kesepakatan sementara untuk pesawat tempur Eurofighter Typhoon pada hari Selasa, menurut sumber yang berbicara kepada Middle East Eye.
Kesepakatan ini akan ditandatangani oleh Sekretaris Pertahanan Inggris, John Healey, selama kunjungannya ke pameran senjata IDEF di Istanbul. Pameran ini merupakan ajang penting untuk memperlihatkan inovasi dan teknologi dalam bidang pertahanan.
Sejak tahun 2023, Ankara telah melakukan pembicaraan dengan Inggris, yang merupakan negara utama dalam konsorsium Eurofighter, mengenai pengadaan pesawat tempur ini. Pada tahun 2024, Turki berhasil mengatasi veto dari Jerman yang sebelumnya menghalangi penjualan pesawat tersebut.
Dua sumber yang mengetahui masalah ini menyatakan bahwa kunjungan Healey menandakan bahwa kesepakatan tersebut sudah siap untuk ditandatangani. Namun, ketika dihubungi oleh Middle East Eye, pejabat Inggris tidak memberikan tanggapan pasti mengenai apakah kesepakatan itu akan segera terjadi.
Sumber terpisah juga mengingatkan bahwa meskipun kesepakatan utama ini menandakan kemajuan yang signifikan, harga akhir untuk pesawat tersebut, yang dilaporkan berjumlah 40 unit, masih bisa menjadi subjek negosiasi.
Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama pertahanan antara Turki dan Inggris, serta meningkatkan kemampuan angkatan udara Turki di masa depan.
Turki Inggris Eurofighter Typhoon kesepakatan pesawat tempur