Lebih dari 100 organisasi kemanusiaan, termasuk "Dokter Tanpa Batas", "Save the Children", dan "Oxfam", telah mengeluarkan peringatan serius mengenai situasi kemanusiaan yang memburuk di Jalur Gaza. Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh 111 organisasi, mereka menyebutkan bahwa "rekan-rekan kami dan orang-orang yang kami bantu sedang menderita parah".
Kondisi di Gaza saat ini sangat memprihatinkan. Organisasi-organisasi ini mendesak agar segera diadakan negosiasi untuk gencatan senjata, pembukaan semua perbatasan, dan pengiriman bantuan tanpa hambatan melalui struktur yang dikendalikan oleh PBB. Hal ini sangat penting agar bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, pihak militer Israel menyatakan bahwa mereka menganggap pengiriman bantuan kemanusiaan sebagai hal yang sangat penting. Mereka membantah tuduhan bahwa mereka menghalangi pengiriman bantuan, dan justru menyalahkan kelompok Hamas karena dituduh mencuri makanan. Namun, Hamas membantah tuduhan tersebut.
Menurut laporan PBB, sejak awal operasi organisasi bantuan yang didukung oleh AS dan Israel pada akhir Mei, lebih dari 1.000 warga Palestina telah tewas ketika mereka berusaha mendapatkan makanan. Angka ini menunjukkan betapa parahnya krisis yang sedang terjadi di wilayah tersebut.
Dalam menghadapi situasi yang semakin kritis, tekanan internasional terhadap Israel semakin meningkat. Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan bahwa utusan khusus mereka, Steve Witkoff, akan melakukan perjalanan ke Eropa dan kemungkinan ke Timur Tengah minggu ini untuk membahas keadaan di Gaza.
Krisis kemanusiaan ini menjadi perhatian dunia. Banyak orang mengharapkan adanya solusi segera untuk membantu mereka yang berada dalam kesulitan di Gaza.
Gaza kelaparan organisasi kemanusiaan bantuan konflik