Insinyur dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah menciptakan sebuah alat inovatif yang dapat mengambil air bersih langsung dari udara. Alat ini sangat berguna, terutama di daerah dengan kondisi lingkungan yang keras, seperti Death Valley. Saat ini, lebih dari 2,2 miliar orang di seluruh dunia tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman, dan lebih dari 46 juta orang di Amerika Serikat mengalami ketidakamanan air.
Alat ini berbentuk panel hitam seukuran jendela, terinspirasi dari origami dan bubble wrap. Panel ini menggunakan hidrogel yang dapat menyerap air, yang dikelilingi oleh ruang kaca dengan lapisan pendingin. Alat ini bekerja dengan cara mengumpulkan uap air pada malam hari dan melepaskannya dalam bentuk cairan pada siang hari.
Hidrogel di dalam alat ini membentuk struktur kecil seperti kubah yang dapat mengembang saat menangkap kelembapan dan menyusut saat air menguap. Salah satu inovasi penting dari alat ini adalah penambahan gliserol, yang berfungsi untuk menstabilkan garam litium di dalam hidrogel. Ini mencegah kebocoran garam berbahaya yang sering terjadi pada desain sebelumnya. Air yang dihasilkan dari alat ini memenuhi standar keselamatan tanpa memerlukan penyaringan lebih lanjut.
Tim peneliti telah menguji alat ini di Death Valley dengan tingkat kelembapan yang bervariasi antara 21% hingga 88%. Mereka berhasil memproduksi antara 57 hingga 161,5 mililiter air minum per hari, yang setara dengan sekitar seperempat hingga dua pertiga cangkir, tanpa memerlukan listrik, baterai, atau panel surya.
Para peneliti percaya bahwa beberapa panel vertikal dapat disusun dalam array untuk memasok seluruh rumah, terutama di daerah dengan sumber daya terbatas, di mana sumber daya lainnya sulit ditemukan. Desain di masa depan diharapkan dapat meningkatkan hasil dengan memperbaiki sifat hidrogel dan memperbesar produksi, yang dapat mengubah akses terhadap air bagi jutaan orang di seluruh dunia.
MIT alat pengambil air udara air bersih inovasi