Jakarta - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto, mengungkapkan keprihatinan terhadap realisasi janji kebijakan ekonomi yang disampaikan oleh pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dalam pernyataannya, Darmadi mempertanyakan janji pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang diungkapkan oleh Presiden Prabowo, yang menurutnya tidak sesuai dengan kondisi nyata saat ini.
"Angka konsumsi rumah tangga, yang merupakan salah satu kontributor utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menunjukkan penurunan. Hal ini mencerminkan permintaan domestik yang melemah," jelas Darmadi Durianto. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa ekonomi sedang mengalami tantangan yang cukup serius.
Darmadi, yang juga merupakan anggota Komisi VI DPR RI, mengingatkan Presiden Prabowo untuk lebih fokus dalam mengatasi berbagai masalah ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat. "Rakyat tidak membutuhkan janji-janji yang tidak jelas, yang mereka butuhkan adalah harga pangan yang terjangkau, lapangan pekerjaan yang luas, serta terhindar dari praktik pinjaman online yang merugikan," tambahnya.
Keprihatinan ini mencerminkan suara masyarakat yang sedang merasakan dampak dari kondisi ekonomi yang tidak menentu. Dengan adanya penurunan konsumsi rumah tangga, diharapkan pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki keadaan.
Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah untuk mendengarkan aspirasi rakyat dan memberikan solusi yang nyata. Janji-janji pembangunan yang tinggi harus diimbangi dengan tindakan nyata agar masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung.
DPR PDI Perjuangan Prabowo ekonomi konsumsi rumah tangga