Sebuah eksperimen besar yang berlangsung selama enam bulan melibatkan hampir 3.000 karyawan dari 141 organisasi di Australia, Kanada, Irlandia, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat telah menunjukkan dampak luar biasa dari pengurangan jam kerja dari lima hari menjadi empat hari dalam seminggu tanpa mengurangi gaji. Karyawan melaporkan penurunan yang signifikan dalam tingkat kelelahan, peningkatan kesehatan mental, serta kepuasan kerja yang lebih tinggi. Mereka juga merasakan perbaikan dalam kesehatan fisik, dengan banyak yang mencatat fokus yang lebih baik, pengambilan keputusan yang lebih tajam, dan semangat baru dalam pekerjaan mereka.
Perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam program ini, yang didukung oleh organisasi non-profit 4 Day Week Global, diberikan pelatihan untuk merampingkan pertemuan dan alur kerja sebelum perubahan dilakukan. Rata-rata jam kerja mingguan turun dari sekitar 39 menjadi 34 jam, dan mereka yang mengurangi jam kerja lebih dari delapan jam per minggu mengalami peningkatan yang paling kuat. Karyawan melaporkan tidur yang lebih baik, merasa kurang lelah, dan memiliki rasa efektivitas yang lebih tajam di tempat kerja, yang sering kali mengarah pada kolaborasi yang lebih kaya dan pemikiran yang lebih inovatif.
Alih-alih mengejar lima hari tugas dalam empat hari, para peserta sering kali menggambarkan diri mereka merasa lebih tenang dan fokus, dengan rasa bahwa waktu mereka benar-benar dihargai. Para manajer juga melaporkan perbaikan yang kuat dalam kesejahteraan mereka sendiri, melaporkan lebih banyak keseimbangan, kejelasan, dan kepercayaan diri dalam memimpin tim mereka. Setahun setelah percobaan, survei masih menunjukkan manfaat yang ada—bukti bahwa ini bukan hanya dorongan semangat jangka pendek tetapi transformasi yang berkelanjutan dalam budaya kerja dan kesehatan karyawan.
Kekhawatiran tentang produktivitas yang hilang tidak terbukti: lebih dari 90% perusahaan peserta memilih untuk mempertahankan jadwal ini setelah percobaan, dengan alasan keterlibatan yang lebih kuat dan pengurangan tingkat turnover karyawan. Para peneliti mencatat bahwa partisipasi sukarela dan pelaporan diri mungkin memengaruhi hasil, tetapi konsistensi di berbagai negara dan industri menunjukkan adanya minat global untuk mencapai keseimbangan yang lebih baik dalam pekerjaan.
kerja empat hari kesehatan karyawan produktivitas keseimbangan kerja