Setelah 20 tahun mengalami lumpuh, Audrey Crews kini mampu menulis namanya kembali—bukan dengan tangannya, tetapi dengan pikirannya. Berkat implan antarmuka otak-komputer (BCI) dari perusahaan Elon Musk, Neuralink, Crews kini dapat mengendalikan komputernya hanya dengan berpikir. Pencapaian ini menandai titik balik dalam interaksi manusia-mesin dan masa depan teknologi bantu.
Dalam sebuah unggahan viral di platform X, Crews membagikan tanda tangan digital yang ditulis secara telepatis, bersama dengan gambar-gambar lucu—sebuah hati, wajah, bahkan sepotong pizza—semua digambar hanya menggunakan sinyal otaknya. Implan yang ditanamkan di korteks motoriknya ini memiliki 128 benang super tipis yang mendeteksi aktivitas saraf dan menerjemahkannya menjadi perintah digital. Crews, yang kini disebut sebagai Pasien 9 dalam studi PRIME Neuralink, menyebut pengalaman ini sebagai "membebaskan."
Operasi untuk memasang implan tersebut dilakukan di Universitas Miami, di mana dokter membuat lubang kecil di tengkoraknya untuk memasang chip yang seukuran koin tersebut. Meskipun implan ini tidak mengembalikan gerakan, implan ini membuka pintu menuju "kemandirian digital" bagi mereka yang mengalami cedera tulang belakang atau penyakit neurodegeneratif. Elon Musk menanggapi demonstrasi Crews dengan menyatakan, “Dia mengendalikan komputernya hanya dengan berpikir. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa ini mungkin.”
Tim Neuralink mengatakan bahwa ini baru permulaan. Versi masa depan dari perangkat ini dapat memungkinkan tindakan yang lebih kompleks seperti berbicara melalui suara sintetis atau menjelajahi lingkungan digital secara penuh. Bagi Crews, setiap tanda digital yang ia buat adalah kemenangan atas ketekunan dan kemajuan. Batas antara biologi dan mesin semakin kabur—dan bagi jutaan orang, ini bisa berarti cara baru untuk maju.
Audrey Crews lumpuh Neuralink teknologi BCI implan pikiran