Sotheby's, rumah lelang ternama, telah mengembalikan sekumpulan permata suci yang diyakini terkait dengan sisa-sisa Buddha ke India. Keputusan ini diambil setelah adanya tekanan yang semakin meningkat dari pemerintah India serta pemimpin Buddha di seluruh dunia.
Permata Piprahwa, yang dijelaskan oleh arkeolog sebagai salah satu penemuan paling menakjubkan di era modern, seharusnya dilelang di Hong Kong pada bulan Mei. Namun, penjualan tersebut dibatalkan setelah intervensi diplomatik dan ancaman tindakan hukum dari Delhi.
Permata tersebut merupakan bagian dari koleksi yang ditemukan pada tahun 1898 oleh manajer perkebunan Inggris, William Claxton Peppé, di dekat tempat kelahiran Buddha. Penemuan ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat tinggi bagi umat Buddha.
Sotheby's menyatakan bahwa mereka "senang" dapat memfasilitasi kembalinya permata ini setelah dua bulan negosiasi yang melibatkan pemilik, pembeli baru, dan pemerintah India. Hal ini menunjukkan pentingnya kerjasama internasional dalam menjaga warisan budaya.
Sekarang, relik ini akan dipajang secara permanen untuk umum di India, memberikan kesempatan kepada banyak orang untuk menghargai nilai sejarahnya.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengumumkan kembalinya permata ini pada hari Rabu. Ia menyebutnya sebagai "momen yang bangga dan penuh suka cita" serta sebuah kemenangan bagi warisan budaya negara tersebut.
Kembalinya permata Piprahwa ini menjadi simbol penting dalam pelestarian sejarah dan budaya, serta menunjukkan bahwa kerjasama antara negara dapat menghasilkan hasil yang positif.
Piprahwa permata Buddha warisan budaya Sotheby's