SYDNEY – Dalam rangka menyambut Hari Pengungsi Sedunia yang jatuh pada bulan Juni, sebuah kolaborasi inspiratif antara australiaforunhcr dan seniman terkenal Atong Atem telah menghadirkan karya seni yang menyentuh hati di jantung kota Sydney. Karya tersebut berjudul Tiga Wanita, yang menggambarkan makna sejati dari penerimaan dan rasa memiliki.
Kolaborasi ini bertujuan untuk merenungkan tentang siapa yang diakui, siapa yang merasa memiliki tempat, dan apa artinya menyambut seseorang dengan tulus. Dalam potret ini, Atong Atem menghadirkan wajah-wajah yang memiliki kisah serupa dengan pengalamannya sendiri, di mana keluarganya menjadi pengungsi saat ia masih kecil.
Melalui Tiga Wanita, Atong ingin menunjukkan bahwa pengalaman menjadi pengungsi adalah bagian dari identitas dan perjalanan hidup banyak orang. "Melalui seni, saya ingin menyampaikan bahwa setiap orang berhak untuk diakui dan diterima, tidak peduli dari mana mereka berasal," ungkap Atong.
Pameran ini tidak hanya memberikan ruang untuk refleksi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berpikir tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua orang. Dengan adanya karya seni ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai perjuangan para pengungsi.
Hari Pengungsi Sedunia adalah waktu untuk meningkatkan kesadaran akan situasi yang dihadapi oleh jutaan orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena konflik, kekerasan, atau pelanggaran hak asasi manusia. Melalui pameran ini, Atong dan australiaforunhcr berharap dapat memberikan suara kepada mereka yang sering kali terabaikan dan mengingatkan kita semua akan pentingnya solidaritas dan empati.
Pameran Tiga Wanita dapat disaksikan di Mars Gallery, yang merupakan tempat seni terkemuka di Sydney. Mari kita bersama-sama mendukung upaya menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua orang, di mana setiap individu merasa diterima dan dihargai.
Sydney Hari Pengungsi Atong Atem seni pengungsi