Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Britania Akui Kemungkinan Serangan Militer Israel di Gaza Menargetkan Sipil

Pada minggu lalu, sebuah laporan dari pusat pengawasan di kantor kabinet Inggris menyebutkan bahwa tentara Israel (IDF) diduga menargetkan warga sipil di dekat pusat distribusi bantuan di Rafah, Gaza. Ini menjadi laporan yang cukup mengejutkan karena sebelumnya, tidak ada pejabat dari pemerintah Inggris yang secara terbuka menyatakan bahwa militer Israel menargetkan warga sipil, yang merupakan pelanggaran hukum perang.

Hingga saat ini, pemerintah Inggris sendiri belum pernah secara resmi menuduh Israel melanggar hukum internasional. Bahkan, ketika Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, menyebutkan bahwa Israel telah melakukan pelanggaran tersebut pada bulan Maret lalu, pemerintah Inggris dengan cepat menarik pernyataannya.

Namun, laporan dari pusat pengawasan pemerintah Inggris, yang mengumpulkan informasi dari sumber terbuka, menyebutkan bahwa ada kemungkinan besar tentara Israel menargetkan warga sipil. Seorang sumber dari pemerintah Inggris mengatakan kepada media bahwa laporan tersebut harus dianggap asli agar bisa dipublikasikan, meskipun ini tidak mewakili kebijakan resmi pemerintah.

Sumber tersebut juga menambahkan bahwa sangat jarang melihat diskusi seperti ini di pemerintahan Inggris, bahwa IDF menargetkan warga sipil. Fakta ini semakin diperkuat dengan data dari PBB yang menyebutkan bahwa lebih dari 859 warga Palestina tewas saat berusaha mendapatkan bantuan di Gaza antara akhir Mei dan akhir Juli, dan sebagian besar dari mereka tewas akibat serangan militer Israel.

Pada Juli lalu, David Lammy kembali menyampaikan kecaman terhadap pembunuhan warga sipil yang mencari bantuan, menyebut kejadian di Gaza sebagai rangkaian “kengerian” yang sedang berlangsung. Pernyataan keras dan emosional dari pejabat tinggi Inggris ini menjadi hal yang jarang terjadi setahun lalu.

Di saat yang sama, Inggris tetap melanjutkan dukungannya kepada militer Israel di Gaza. Beberapa hari lalu, sumber dari pemerintah mengonfirmasi bahwa Inggris masih menerbangkan pesawat mata-mata di atas Gaza dan berbagi intelijen dengan Israel. Kendati Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa semua dukungan tersebut untuk operasi penyelamatan sandera, ada kekhawatiran bahwa intelijen tersebut juga bisa digunakan untuk menargetkan Hamas dan kelompok lain di Gaza.

Saat ini, masih belum jelas apakah Inggris akan terus berbagi intelijen yang mungkin digunakan untuk menargetkan warga sipil di Gaza, sebuah tindakan yang menimbulkan pertanyaan besar tentang kebijakan luar negeri Inggris terhadap konflik ini.

library_books Middleeasteye