Pada hari Jumat, Pemerintah Jerman mengumumkan bahwa mereka tidak akan menyetujui ekspor senjata ke Israel untuk digunakan di Jalur Gaza hingga pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap situasi yang semakin memburuk di Gaza, di mana konflik antara Israel dan kelompok Hamas sedang berlangsung.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri dari terorisme Hamas. Ia juga menegaskan bahwa pembebasan sandera dan negosiasi untuk gencatan senjata adalah prioritas utama bagi pemerintah Jerman. "Disarmament Hamas sangat penting. Hamas tidak boleh memainkan peran apa pun di masa depan Gaza," katanya.
Namun, Merz juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap tindakan militer Israel yang semakin keras di Gaza. Ia menyebut bahwa langkah yang diambil oleh militer Israel membuat sulit mencapai tujuan damai dan keamanan di wilayah tersebut.
Selain itu, Merz menambahkan bahwa pemerintah Jerman sangat peduli terhadap penderitaan warga sipil di Gaza. Ia menegaskan bahwa dengan adanya rencana serangan besar-besaran, Israel harus bertanggung jawab untuk memastikan kebutuhan manusiawi warga Gaza terpenuhi. Ia mengimbau agar Israel memberikan akses yang cukup untuk pengiriman bantuan kemanusiaan, termasuk dari organisasi PBB dan LSM lainnya, serta terus berupaya mengatasi situasi kemanusiaan di Gaza secara berkelanjutan.
Keputusan Jerman ini diambil setelah pemerintah Israel mengumumkan rencana untuk menguasai Kota Gaza. Pada tahun 2023, Jerman menyetujui ekspor senjata ke Israel sebesar €326,5 juta, tetapi angka ini menurun drastis selama tahun 2024 karena tekanan hukum dan politik yang meningkat.
Pemerintah Jerman yang selama ini dikenal sebagai pendukung kuat Israel, kini menunjukkan sikap lebih hati-hati terkait pengiriman senjata dan dukungan militer di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Semoga situasi ini segera membaik dan rakyat di Gaza bisa mendapatkan perlindungan serta bantuan yang mereka perlukan.
Jerman ekspor senjata Israel Gaza Hamas bantuan kemanusiaan