Pada hari ini, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Bonnie Triyana, mengusulkan agar mata pelajaran Sejarah dan Sastra dijadikan mata pelajaran wajib dalam revisi Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Usulan ini muncul sebagai langkah penting dalam meningkatkan minat membaca anak-anak di Indonesia.
Bonnie Triyana menjelaskan bahwa kedua mata pelajaran tersebut sangat berpengaruh dalam membangun karakter dan kemampuan berpikir anak. "Saya mengusulkan mata pelajaran Sejarah dan Sastra itu menjadi wajib. Karena untuk meningkatkan gairah membaca dan meningkatkan kapasitas imajinasi berpikir, sekaligus kesadaran kognitif itu dari baca, dan baca itu melalui sastra, itu penting," ujarnya.
Menurut Bonnie, membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membantu anak-anak mengembangkan imajinasi dan daya pikir mereka. Ia menambahkan, "Dengan menanamkan minat membaca melalui sastra dan sejarah, diharapkan generasi muda Indonesia akan memiliki karakter yang kuat dan kemampuan berpikir kritis."
Selain itu, usulan ini merupakan bagian dari komitmen Fraksi PDI Perjuangan di Komisi X DPR RI. Mereka bertekad untuk memperjuangkan sistem pendidikan nasional yang tidak hanya fokus pada capaian akademis, tetapi juga membangun karakter dan daya pikir generasi penerus bangsa.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta pihak terkait diharapkan dapat mempertimbangkan usulan ini demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik dan berkarakter. Dengan penekanan pada budaya membaca dan pemahaman sastra serta sejarah, diharapkan dapat menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter kuat.
sejarah sastra pendidikan minat baca karakter anak