Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pakarnya Turki dalam Militer Buat Greece Tak Mampu Menang Perang

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan di televisi, Rektor Universitas Pertahanan Nasional Turki, Erhan Afyoncu, menyatakan bahwa Greece tidak mampu mengalahkan Turki dalam perang. Menurutnya, Turki saat ini lebih unggul dalam hal jumlah personel militer dan persediaan pendidikan militer.

Afyoncu, seorang sejarawan dan pemimpin lembaga pelatihan militer utama Turki sejak 2016, menambahkan bahwa Turki mampu menghasilkan lebih banyak perwira militer dibandingkan Greece. "Saya mendaftarkan empat kali lebih banyak mahasiswa daripada Akademi Angkatan Laut Yunani, dan kuota saya penuh," katanya kepada CNN Turk.

Ia juga menyoroti bahwa akademi militer Turki memiliki kuota lebih dari delapan kali lipat jumlah mahasiswa Akademi Militer Yunani, dan juga penuh. Selain itu, akademi udara Turki juga kelebihan kuota.

Rektor ini menegaskan bahwa meskipun kedua negara memiliki jumlah kapal fregat yang sama, yaitu 16 kapal, angka penduduk Turki yang delapan kali lebih besar dari Greece memberi keunggulan besar dalam kapasitas militer.

"Jika Greece membeli banyak pesawat, fregat, dan senjata, mereka sebenarnya menghabiskan sumber daya nasional untuk perang yang tidak mampu mereka menangkan," tegas Afyoncu. Ia menekankan bahwa dialog dan diplomasi adalah solusi terbaik untuk mengatasi ketegangan di kawasan tersebut.

Ia menambahkan, "Kalian tidak akan pernah menang dalam perang itu, dan kami pun tidak menginginkan perang. Mari duduk dan bicara tentang masalah kita, diskusikan isu di Laut Aegea, dan bekerja sama di kawasan ini."

Menurut Afyoncu, meskipun Greece memiliki persenjataan dan perlengkapan militer, mereka kekurangan perwira yang cukup untuk mengoperasikan alat-alat tersebut.

Hubungan antara kedua negara sempat memanas antara tahun 2020 hingga 2023, namun mulai membaik setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis sepakat membuka dialog dan mengadakan serangkaian pertemuan untuk menyelesaikan masalah yang ada.

library_books Middleeasteye