Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Filosofi Caping Magetan: Mboten Nyugihi Nanging Nguripi

Magetan, 28 Agustus 2025 - Di Kabupaten Magetan, ada filosofi unik yang dipegang oleh para pengrajin caping bambu. Mereka percaya bahwa "Mboten Nyugihi nanging Nguripi," yang artinya "bukan untuk memperoleh kekayaan, tetapi untuk menghidupi." Filosofi ini menjadi pegangan para penganyam bambu yang telah turun temurun melestarikan kerajinan tradisional ini.

Salah satu pengrajin caping bernama Suwarti dari Desa Ringinagung, mengungkapkan bahwa pembuatan caping bambu sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil. Ia menyebutkan bahwa kerajinan ini bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga warisan keluarga yang harus dilestarikan.

Suwarti menjelaskan bahwa dalam sehari, ia mampu memproduksi satu sampai dua kodi caping. Harga caping yang dibuatnya bervariasi, mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 25.000 per buah. Meski tidak membuat kaya, hasil dari penjualan caping cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, Suwarti mengikuti pelatihan kerajinan anyaman bambu yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Magetan bekerja sama dengan CV Esa Inti Kreatif. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pengrajin dan membuka peluang pemasaran produk mereka, termasuk potensi ekspor.

"Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini. Selain menambah wawasan, saya juga tertarik untuk mengekspor produk caping bambu saya," ujar Suwarti dengan semangat. Ia berharap, ke depannya kerajinan bambu dari Magetan bisa dikenal hingga ke pasar internasional.

Pelatihan ini diharapkan mampu membantu para pengrajin seperti Suwarti agar tidak hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Melalui semangat filosofi "Mboten Nyugihi nanging Nguripi," mereka berusaha menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka.

Dengan semangat tersebut, para pengrajin di Magetan terus berupaya melestarikan kerajinan bambu yang telah menjadi bagian dari identitas daerah, sekaligus menghidupi keluarga mereka secara turun-temurun.

library_books Diskominfomagetan