Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Prosesi Bedhol Pusoko Sambut Hari Jadi Ke-831 Trenggalek

Pada Jumat, 29 Agustus 2025, masyarakat Trenggalek menggelar prosesi adat yang disebut Bedhol Pusoko, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Trenggalek yang ke-831. Prosesi ini diawali dengan jamasan pusaka di Pendhapa Manggala Praja Nugraha, sebuah acara penting untuk membersihkan dan menghormati pusaka peninggalan leluhur.

Setelah proses jamasan selesai, sejumlah pusaka yang merupakan simbol kekayaan budaya dan sejarah Trenggalek dibawa dengan kirab menuju tempat persinggahan sementara. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, secara langsung memimpin kirab pusaka ini. Beliau membawa pusaka ke Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, di mana pusaka seperti Pusaka Ageman Bupati dan sepasang tombak Korowelang diinapkan selama dua hari dua malam.

"Setelah dijamasi di Pendhapa, sebagian pusaka kita titipkan di Karangrejo dan sebagian lagi di Desa Kamulan, Durenan. Ini dilakukan agar masyarakat bisa berdoa dan menghormati pusaka sebagai simbol kekuatan dan perlindungan," ujar Bupati Arifin.

Selain itu, Bupati Mas Ipin menambahkan bahwa kegiatan ini juga sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan tokoh besar Trenggalek. Di Karangrejo, beliau menyempatkan diri sowan ke makam Mbah Kethi dan Mbah Ronggo Pesu, yang merupakan tokoh penting di daerah tersebut.

Setelah disemayamkan selama dua hari, pusaka-pusaka ini akan dikirab kembali ke Pendhapa Manggala Praja Nugraha pada tanggal 31 Agustus, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Jadi Trenggalek yang ke-831 tahun. Kegiatan ini menunjukkan kekayaan budaya dan rasa hormat masyarakat terhadap leluhur serta simbol kekuatan daerah yang terus dijaga hingga saat ini.

library_books Pemkabtrenggalek