Dalam tahun 2023, kebiasaan pindah kerja atau yang dikenal dengan istilah job hopping, tampaknya tidak lagi memberikan keuntungan besar bagi pekerja muda. Menurut laporan dari Bank of America Institute, banyak dari mereka yang berpindah pekerjaan karena menginginkan gaji lebih tinggi. Sebuah survei yang dilakukan oleh Resume Builder terhadap 1.000 generasi Z dan milenial menunjukkan bahwa 62% dari mereka pernah meninggalkan pekerjaan mereka karena ingin mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
Selain itu, sekitar 80% dari pekerja yang berpindah kerja melaporkan bahwa mereka akhirnya mendapatkan kenaikan gaji. Bahkan, satu dari lima orang yang sering berganti pekerjaan mendapatkan kenaikan gaji sebesar 50.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar 750 juta rupiah.
Namun, trend ini mulai berubah di tahun 2023. Pindah kerja yang dulunya dianggap sebagai cara terbaik untuk mendapatkan kenaikan gaji besar, kini tidak lagi memberikan hasil yang sama. Banyak dari mereka yang melakukan pindah kerja merasa bahwa keuntungan yang didapat tidak sebesar yang mereka bayangkan.
Alasan utama di balik penurunan keuntungan dari job hopping ini adalah kondisi ekonomi global dan pasar tenaga kerja yang semakin ketat. Perusahaan lebih berhati-hati dalam memberikan kenaikan gaji besar dan lebih selektif dalam menerima karyawan baru. Selain itu, banyak pekerja mulai menyadari bahwa stabilitas pekerjaan dan suasana kerja yang nyaman juga sangat penting, bukan hanya gaji besar.
Dengan demikian, para pekerja muda disarankan untuk mempertimbangkan semua faktor sebelum memutuskan untuk berpindah kerja. Keputusan yang tepat dan perencanaan karir yang matang akan lebih bermanfaat di masa depan.
job hopping kenaikan gaji generasi muda karir ekonomi 2023