Pada Januari 2020 lalu, para ilmuwan menemukan makhluk laut yang sangat menakjubkan di perairan dalam dekat Selandia Baru. Makhluk ini adalah hiu kitefin, yang dikenal sebagai vertebrata terbesar yang mampu menghasilkan cahaya secara alami atau disebut bioluminescent. Hiu ini panjangnya hampir 1,8 meter, hampir seukuran panjang sebuah meja makan besar.
Penemuan ini sangat penting karena hiu kitefin ini bersinar dengan lembut berwarna biru-hijau di bagian bawah dan siripnya. Cahaya ini muncul dari kulit khusus yang disebut fotosit, yang mampu memproduksi cahaya pada panjang gelombang antara 455 sampai 486 nanometer. Menariknya, proses ini dikontrol oleh hormon melatonin, sama seperti yang mengatur tidur pada manusia.
Hiu ini hidup di kedalaman antara 200 sampai 600 meter di bawah permukaan laut, di tempat yang disebut 'zona remang-remang'. Di sana, matahari hampir tidak bisa menembus, sehingga makhluk hidup di sana harus memiliki cara unik untuk bertahan. Selain hiu kitefin, ada dua kerabatnya yang juga bersinar, yaitu blackbelly lanternshark dan southern lanternshark.
Yang mengejutkan, cara hiu ini menghasilkan cahaya masih menjadi misteri. Berbeda dengan makhluk laut bersinar lainnya yang menggunakan bakteri baik atau reaksi kimia luciferin-luciferase, hiu ini tampaknya memiliki mekanisme yang belum diketahui. Para ilmuwan masih terus mempelajari proses ini.
Para peneliti menduga, cahaya yang dihasilkan bisa berfungsi sebagai kamuflase, yaitu menyamarkan tubuh hiu agar tidak terlihat oleh pemangsanya di kedalaman laut. Alternatif lain, cahaya ini juga bisa membantu hiu mencari mangsa di kegelapan yang abadi. Diperkirakan, ada sekitar 57 spesies hiu lain di dunia yang juga mampu bersinar.
Penemuan ini menunjukkan bahwa ekosistem laut dalam, yang selama ini dianggap gelap dan misterius, sebenarnya jauh lebih bercahaya dari yang kita bayangkan. Laut dalam menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap, dan penemuan ini membuka jalan bagi para ilmuwan untuk memahami lebih jauh tentang kehidupan di kedalaman laut yang eksotis ini.
hiu kitefin bioluminescent laut dalam penemuan baru ilmiah predator laut