Dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia politik, sering kali kita mendengar ungkapan ‘utamakan fungsi, bukan gengsi’. Ungkapan ini mengandung pesan penting untuk selalu mengutamakan fungsi atau manfaat dari sesuatu, ketimbang merasa gengsi atau ingin tampil wah.
Mengapa hal ini sangat penting? Karena saat kita lebih mengutamakan gengsi, biasanya ego kita akan bermain. Kita ingin terlihat keren, dipandang tinggi, atau merasa lebih dari orang lain. Hal ini bisa membuat kita lupa bahwa tujuan sebenarnya adalah menjalankan fungsi dan tugas dengan baik.
Contohnya, seorang pejabat publik harusnya lebih fokus pada pekerjaan dan manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat, bukan semata-mata ingin tampil keren atau berpenampilan mewah agar dianggap lebih tinggi. Jika pejabat memprioritaskan fungsi, maka akan lebih banyak hal positif yang bisa dirasakan oleh masyarakat dan diri sendiri.
Selain itu, mengutamakan fungsi juga berkaitan dengan norma dan etika dalam masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat, kita harus menunjukkan sikap yang patut dan sesuai norma sosial. Dengan begitu, kita mampu menampilkan diri secara layak dan bijak.
Pesan ini, terutama bagi para pejabat dan pemimpin, adalah untuk mengesampingkan gengsi dan lebih memfokuskan diri pada fungsi dan manfaat nyata yang bisa diberikan. Hal ini tidak hanya membantu menjaga citra diri, tapi juga memastikan bahwa tindakan kita bermanfaat dan sesuai dengan norma yang berlaku.
Intinya, mari kita semua belajar untuk lebih mengutamakan fungsi dalam setiap tindakan, dan menekan ego serta gengsi. Dengan begitu, kita dapat berkontribusi positif bagi diri sendiri, orang lain, dan masyarakat luas.
fungsi gengsi politik masyarakat pejabat publik norma sosial