Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Lebih dari 1.300 Aktor dan Pembuat Film Tolak Kerja Sama dengan Institusi Israel karena Tuduhan

Lebih dari 1.300 aktor dan pembuat film terkenal dari seluruh dunia menyatakan tidak akan bekerja sama dengan institusi film Israel. Mereka menganggap bahwa institusi tersebut terlibat dalam kejahatan besar, seperti genosida dan sistem apartheid terhadap rakyat Palestina.

Keputusan ini diumumkan pada hari Senin oleh para pemenang berbagai penghargaan besar seperti Oscar, Bafta, Emmy, Cannes, Berlin, Venice, Cesar, Goya, dan Peabody. Mereka menyatakan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam proyek film apa pun yang berhubungan dengan institusi film Israel, karena mereka menilai bahwa institusi tersebut ikut serta dalam kejahatan kemanusiaan.

Beberapa aktor terkenal yang ikut serta dalam pengumuman ini adalah Olivia Colman, Aimee Lou Wood, Ayo Edebiri, Susan Sarandon, Mark Ruffalo, Riz Ahmed, Tilda Swinton, dan Javier Bardem. Selain itu, terdapat juga beberapa sutradara dan penulis terkenal seperti Yorgos Lanthimos, Asif Kapadia, Ava DuVernay, Emma Seligman, Boots Riley, Adam McKay, dan Joshua Oppenheimer.

Mereka menyatakan bahwa dalam situasi darurat saat ini, di mana banyak pemerintah mendukung kekerasan di Gaza, mereka merasa perlu mengambil tindakan tegas. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka tidak mendukung tindakan kejam yang dilakukan terhadap rakyat Palestina.

Seorang penulis dan sutradara terkenal dari Inggris, David Farr, yang juga keturunan penyintas Holocaust, menyampaikan kekesalannya. Ia mengatakan bahwa ia sangat terpukul dan marah atas tindakan negara Israel yang telah melakukan sistem apartheid dan kini sedang melakukan genosida di Gaza. Menurut Farr, ia tidak bisa lagi mendukung karya-karyanya yang dipublikasikan atau dipentaskan di Israel.

Ini adalah langkah berani dari banyak tokoh dunia yang ingin menyuarakan keprihatinan dan menuntut keadilan bagi rakyat Palestina. Mereka berharap dunia akan lebih peduli dan bertindak untuk menghentikan kekerasan yang tidak berhenti ini.

library_books Middleeasteye