Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Carlo Acutis, Uskup Muda dari Dunia Digital yang Jadi Santo

Pada hari Minggu yang bersejarah, Vatican mengumumkan bahwa Carlo Acutis resmi menjadi santo muda pertama dari generasi Milenial dalam sejarah Katolik. Acutis yang lahir di London tahun 1991 ini dikenal karena kecintaannya terhadap teknologi dan keimanannya yang kuat. Ia menjadi terkenal karena usahanya membuat website yang berisi tentang keajaiban Eucharistic dari seluruh dunia.

Carlo Acutis tumbuh sebagai anak tunggal di dunia yang semakin terhubung secara digital. Ia sering memakai hoodie dan sepatu Nike, serta suka bermain game Halo dan belajar coding sendiri. Di usia yang masih sangat muda, ia mulai melakukan riset tentang keajaiban Eucharistic dan membuat website yang memudahkan orang lain memahami keajaiban tersebut.

Website yang dibuatnya ini diluncurkan pada Oktober 2006. Sayangnya, beberapa hari setelah peluncuran, Acutis didiagnosis menderita leukemia, sebuah penyakit darah yang sangat serius. Meskipun begitu, semangatnya tetap hidup. Ia percaya bahwa kematian adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

Sayangnya, Carlo Acutis meninggal dunia saat berusia 15 tahun akibat pendarahan otak. Meski begitu, karya dan semangatnya tetap menginspirasi banyak orang. Website yang ia buat telah diterjemahkan ke dalam 17 bahasa dan membantu memperkenalkan keajaiban Eucharistic ke seluruh dunia.

Selain keahliannya dalam teknologi, Acutis juga dikenal karena hidupnya yang penuh dengan doa dan keimanan. Menurut Courtney Mares, seorang penulis dan jurnalis Katolik, doa adalah rahasia utama kehidupan saintinya.

Pada tahun 2012, Keuskupan Agung Milan mulai mengajukan proses kanonisasi untuk Carlo Acutis. Proses ini memakan waktu cukup lama dan akhirnya mencapai puncaknya hari ini, saat ia resmi diangkat menjadi santo oleh Paus Leo XIV. Dengan pengakuan ini, Acutis menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan iman bisa berjalan beriringan untuk menginspirasi generasi muda.

library_books Wired