Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Rejuran: Perawatan Kulit Inovatif yang Populer di Korea dan Dicari Wanita AS

Rejuran adalah perawatan kulit yang sedang naik daun, terutama di Korea Selatan. Sayangnya, di Amerika Serikat, Rejuran belum disetujui oleh FDA, badan pengawas obat dan makanan di sana. Di negara Paman Sam itu, Rejuran hanya bisa digunakan sebagai krim topikal, bukan untuk injeksi. Meskipun begitu, banyak wanita Amerika pergi ke Korea Selatan untuk mendapatkan injeksi Rejuran secara langsung. Mereka rela membayar sekitar 6 juta rupiah per sesi, dan biasanya disarankan melakukan tiga kali sesi agar hasilnya bertahan hingga satu tahun.

Berbeda dengan injeksi lain seperti Botox yang membuat otot tidak bergerak atau filler seperti Juvederm yang menambah volume di wajah, Rejuran diklaim bisa membantu melembapkan kulit dan meningkatkan elastisitasnya. Rejuran dibuat dari molekul yang mengandung fragmen DNA dari ikan salmon. Molekul ini dipercaya dapat membantu proses penyembuhan dan regenerasi kulit.

Rejuran pertama kali diperkenalkan di Korea Selatan pada tahun 2014, dan sejak itu sudah diizinkan di lebih dari 20 negara lain sebagai injeksi kulit. Namun, di Amerika, banyak dokter masih ragu dan belum yakin tentang keampuhannya. Seorang dokter plastik dari Beverly Hills, Catherine Chang, mengatakan bahwa jika Rejuran benar-benar bekerja, itu akan menjadi kabar baik karena banyak orang mencari perawatan yang benar-benar bisa memperbaiki kondisi kulit.

Namun, Chang juga menambahkan bahwa bukti yang ada saat ini masih sangat baru dan sebagian besar hanya berdasarkan pengalaman pribadi, bukan studi ilmiah yang lengkap. Beberapa orang yang mencoba Rejuran merasa kulit mereka menjadi lebih baik, tapi ada juga yang tidak melihat perubahan apa pun. Ada kemungkinan efek samping seperti iritasi, ruam, dan perubahan warna kulit.

Sofie Pavitt, seorang ahli kecantikan dari New York, juga pernah mencoba Rejuran di Seoul tahun ini. Ia mengatakan bahwa proses injeksi tidak terlalu menyakitkan, tetapi rasanya seperti disayat-sayat terus-menerus. Pavitt bahkan berkata, "Keluar dari sana wajah saya seperti karakter dalam film Avatar." Ia menjelaskan bahwa hasilnya bisa membuat wajah tampak sangat berbeda dan agak aneh pada awalnya.

Walaupun belum ada jaminan pasti dari hasil dan keamanannya, Rejuran tetap menjadi pilihan bagi sebagian orang yang ingin mencoba perawatan kulit inovatif dari Korea. Tetapi, sebelum memutuskan, penting bagi setiap orang untuk berkonsultasi dengan dokter dan memahami risiko yang mungkin terjadi.

library_books Wsj