Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Tropensturm Ragasa Mengancam China dan Sekitarnya

Pada hari Senin, tropensturm bernama Ragasa telah melintasi Filipina dan Taiwan, dan saat ini menuju ke wilayah selatan China. Cuaca ekstrem ini membawa angin kencang dan hujan deras, serta mengancam banyak daerah di kawasan tersebut.

Di Filipina, setidaknya satu orang meninggal dunia akibat bencana ini, dan sekitar 25.000 orang harus mengungsi dari rumah mereka demi keselamatan. Sementara itu, di Taiwan, ada laporan tentang enam orang terluka akibat angin dan badai ini. Sebelumnya, Ragasa menyapu laut Filipina dengan kecepatan angin mencapai 265 kilometer per jam, yang sangat berbahaya.

Pada hari Senin sore, bagian dari badai ini mencapai Kepulauan Babuyan di Filipina, menyebabkan kerusakan dan kekhawatiran besar. Pemerintah Filipina dan negara-negara tetangga telah memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi dampak dari badai ini.

Sementara itu, di China, otoritas di provinsi Fujian, Guangdong, dan Hainan telah mengeluarkan peringatan tertinggi untuk bahaya badai. Menurut perkiraan dari badan meteorologi China, Ragasa kemungkinan akan mendarat di Guangdong pada hari Rabu. Setelah itu, badai akan bergerak ke arah barat melintasi pantai dan akhirnya melemah.

Pada hari Selasa, badai ini bergerak dengan kecepatan sekitar 20-25 kilometer per jam dari Laut Cina Selatan menuju China. Dalam area badai, angin mencapai kecepatan hingga 200 kilometer per jam dan bahkan lebih, membuat situasi sangat berbahaya.

Sejak beberapa hari lalu, pemerintah di China telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi kemungkinan terburuk dari badai ini. Di kota-kota besar seperti Dongguan, Zhuhai, dan Foshan, pemerintah bahkan menutup layanan transportasi umum sebagai langkah pencegahan. Banyak toko dan supermarket di daerah tersebut sudah mulai kehabisan persediaan, menandai kekhawatiran masyarakat terhadap dampak dari Ragasa.

Badan meteorologi China memperingatkan bahwa badai ini, yang merupakan taifun ke-18 di musim ini di Pasifik, membawa risiko besar termasuk hujan lebat, banjir, dan kerusakan infrastruktur. Pemerintah dan masyarakat di kawasan ini diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari otoritas setempat.

library_books Tagesschau